10 Tips Bermain bersama Anak yang Aman, Nyaman dan Irit Biaya Ala BunNis

Anda punya akun Instagtam? Atau sering mengunjungi Facebook? Atau sering menjelajahi dunia maya semacam pinterest, tumblr? Pasti terbiasa melihat hastag (#) yang seringkali digunakan dalam hal mempermudah pencarian tema suatu postingan. Mungkin anda sering melihat hastag dengan kata DIY? Tentu saja selain Daerah Istimewa Yogyakarta yakni salah satu kota dengan kulineran endes bertebaran dimana-mana *lalu lapar* *perutnya mure* πŸ˜‚ hastag #DIY yang sering muncul di sosial media yakni menuju pada Do It Yourself, atau buatlah sendiri.

DIY ini seringkali dikaitkan pada kemampuan seseorang untuk membuat sesuatu yang di-posting pada laman media sosial, misalkan DIY membuat baju sendiri, DIY membuat tas handcraft, DIY barang bekas jadi barang layak pakai, DIY membuat wallpaper dan masih banyak DIY, DIY lainnya. Namun salah satu DIY yang paling saya suka yakni membuat mainan anak sendiri. 

Mengapa? Semenjak menjadi ibu dua orang balita yang kini menginjak usia 5 tahun dan hampir 4 tahun ini tiada hari saya lewatkan tanpa belajar dan bermain bersama mereka. Banyak media bermain khususnya dari mainan yang mereka miliki, yang hampir memenuhi setiap sudut rumah saya. Bayangkan saja rumah dengan ukuran mini, 2 orang balita yang masing-masing memiliki permainannya sendiri-sendiri yang sering dibedakan oleh gender mereka. Misalkan si Abang yang laki-laki lebih tertarik bermain robot, mobil-mobilan, bermain peran sebagai bajak laut sementara si Adik lebih tertarik menjadi princess, boneka, peralatan masak dan segala sesuatu berwarna pink! Ini yang bikin mamakmu pusing naaaak. Mamakmu gak doyan pink πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Bukan hal aneh bagi saya dengan kondisi seperti ini setiap hari; tiba tiba disaat jalan kaki menginjak bagian kecil lego atau si Adik kebingungan mencari sepatu barbie yang hilang sebelah. Atau mungkin di suatu pagi saat hendak berangkat ke sekolah semua sudah siap dan si Abang ngambek tidak mau masuk mobil hanya karena meminta saya mencarikan miniatur koboi Woody dari film Toys Story. Saat ditanya alasannya “karena aku sudah bawa Buzz Lightyear dan Anne jadi mau main koboi di mobil.” Yang dipastikan sampai di sekolah datang telat hanya karena drama mencari koboi *hela nafas* *rebahan di babang hamish* πŸ˜‚

Seabreg drama permainan anak-anak ini kadang membuat saya berpikir semakin bertambahnya jumlah mainan anak-anak saya, tidak berbanding lurus dengan jumlah luas area rumah mengapa ohh mengapaa.. *errrrr gimana kaak??* ya iyalah pastinya berbanding terbalik! Bayangkan saja dengan makin bertambahnya jumlah mainan satu anak saja, sudut kosong dirumah makin tertutupi oleh mainan barunya. Belum lagi kalo makan di Fast food terus beli paket isinya makanan yang dapat bonus mainan. Udah belinya harus dua biar asas adil dan merata….ehhh sampai rumah gak mau dimainan karena warnanya gak suka. *telen kantong kreseknya aja*

Akhirnya dari sekian banyak rentetan drama permainan, saya mulai berfikir bagaimana caranya agar media bermain anak makin meluas tapi jumlah mainannya tidak harus semakin bertambah. Apalagi kalau dapat bonus mengeluarkan budget seminim mungkin. Maka seringlah bunNis (panggilan imut untuk Bunda Nisa) lihat sana sini, coba itu ini untuk mencari beragam ide bermain bersama anak yang efisien dari hemat biaya yang bisa dilakukan dengan mudah dirumah. Salah satunya bermain dengan membuat sendiri mainannya atau DIY tadi.

Nah berikut tips dari bunNis bermain bersama anak dengan cara DIY yang aman dan nyaman :

1. Tentukan tema permainan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak anda

Ajak anak anda bermain sesuai dengan keinginannya. Biasanya saya tanyakan terlebih dahulu pada anak saya khusunya Abang yang usianya sudah menginjak usia 5 tahun jadi sudah bisa diajak berkomunikasi. Sehingga kita bisa tau apa yang ada di benaknya.

2. Seringlah browsing mengenai permainan yang akan dibuat.

Saya sering sekali mencari beragam ide kegiatan dan bermain melalui sosial media. Seperti yang saya sampaikan diatas, bantuan hastag sangat mempermudah dalam pencarian jenis mainan apa yang akan dibuat.

3. Menggunakan media yang ada dirumah

Ini juga dikarenakan pengiritan biaya hihi. Saya sering memakai bahan yang ada dirumah seperti kardus setelah belanja bulanan, kardus setelah memesan pizza online, tempat minuman mineral bekas. Kalaupun saya membeli beragam tools lebih ke memenuhi peralatan yang akan digunakan seperti cat, kertas, manik-manik, dll. 

4. Ajak ananda dalam proses pembuatannya

Nah setelah tadi mencari tema dan ide permainan ajak anak dalam proses pembuatannya. Misal anda inhin membuat pesawat dari kardus. Urusan menggunting/memotong pola kardus bisa anda lakukan namun urusan mengecat kardus, memberinya hiasan bisa melibatkan si buah hati karena ia akan semakin tertantang untuk membuat mainannya sendiri

5. Luangkan waktu

Ini yang gampang-gampang susah. Tidak hanya bagi orangtua bekerja atau tidak. Bagi para ibu yang tidak bekerja terkadang terkendala banyak urusan pekerjaan rumah yang harus dilakukan sehingga sulit mencari waktu membuat permainan. Sementara bagi ibu bekerja kelelahan saat bekerja menjadikan hawa kasur menjadi sasaran nikmat ketika pulang kerumah. Coba tentukan waktu di akhir pekan palig tidak 1 bulan sekali, namun mencicil mencari bahan, tema dan ide bermain jauh hari sebelumnya.

Nah,

Kalau dirasa membuat DIY cukup berat karena dari segi udah capek masak, cape nyuci, cape beres-beres disuruh bikin permainan juga. Hayati sungguh tak kuasa nantinya kurang cetar saat babang pulang *sisiran* 

Saya kasih lagi nih tips agar tetap bisa bermain dengan efektif dan hemat biaya :

1. Rental/ sewa permainan

Ini cara yang paling hemat kalau mau beragam permainan baru tanpa harus mengeluarkan modal besar dan memakan tempat. Hayo jujur sudah berapa sering anda rental mainan anak moms?

2. Ikutan Playdate / berbagi permainan

Playdate atau bermain bersama anak-anak lainnya sangat baik untuk si ananda tercinta. Selain anak anda akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya yang baru ia juga akan belajar berbagi mainan dengan orang lain. Semakin sering anda mengajak bermain bersama besar kemungkinan anak anda akan lebih mudah belajar menghargai orang lain

3. Bermain diluar rumah

Nah siapa yang tidak suka menghirup udara segar diluar rumah? Saya saja suka apalagu anak-anak. Banyak sekali ide yang bisa dilakukan untuk permainan diluat rumah. Tidak perlu jauh-jauh, bermain sepeda atau sepatu roda berkeliling komplek sudah cukup membuat anak-anak senang.

4. Ajak ke toko atau pasar tradisional untuk melihat permainan

Ini yang paling saya suka. Terkadang banyak permainan menarik dengan harga yang minim yang bisa dieksplorasi πŸ˜‚πŸ˜‚ tapi bagian favorit anak saya ialah kalau diajak pergi ke pasar ialah melihat ikan segar, beberapa binatang yang dijual seperti ayam, bebek bahkan kelinci.

 

5. Berpetualang bersama anak

Melakukan petualangan petualangan bersama anak juga merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan bersama. Tidak perlu berpikir terlalu jauh seperti eksplorasi di hutan, menginap di tenda meskipun itu sangat menyenangkan dan menantang. Tetapi menjelajahi kota naik bus wisata, bermain di taman kota atau berkelilng naik kereta seperti commuter line dan singgah di museum atau tempat bersejarah saya rasa akan membuat si kecil semakin semangat. Atau menginap di tenda di pekarangan rumah? Wah ini akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan saat mereka besar nanti

Gimana banyak kan ide permainan bersama anak. Tapi yang penting untuk diingat, kita tahu keinginan dan kecenderungan anak-anak kita. Misalkan anaknya tidak suka bermain kotor tidak perlulah ajak dia mengeksplorasi tanah dan daun-daun saat mengajak bermain mengenai tumbuhan. Cukup beri sedikit sensasi seperti mengajaknya menggambar melalui media daun atau membuat cap dari daun. 

Dan yang lebih penting juga melihat kondisi psikologis (mood) dan kesehatan anak. Jangan dia sedang tidak mood kita ajak permainan yang membuat dia semakin bosan atau saat dia sedang tidak enak badan / demam dan flu tapi kita sudah terlanjur membuat permainan outdoor yang cukup melelahkan. Yang ada anak akan menolak bermain dengan kita.

Nah untuk menyiasati agar anak mau bermain dikala sedang tidak enak badan, terkadang saya mengajak bermain yang ringan seperti sensory play, atau membacakan buku di tempat tidur. Dan apabila demamnya sangat tinggi misal diatas 39 derajat dan membuat anak menjadi tidak nyaman, saya memberinya penghilang demam atau rasa sakit seperti Tempra Syrup agar anak dapat merasa nyaman dan mau kembali bermain dengan ceria ataupun beraktifitas kembali setelah demamnya turun.

Karena pada dasarnya bermain merupakan hak mutlak bagi anak-anak bukan? Dan memberikan permainan yang aman dan nyaman bagi anak merupakan tanggung jawab orangtua. Beragam cara pun bisa dilakukan seperti tips saya diatas dari membuat sendiri, membeli, mendatangi tempat bermain dan masih banyak lagi.

Sekarang share yuk tips bermain ala Ibu bersama anak-anak?

Siapa tau bisa menambah ide bermain saya dan bunda-bunda yang lainnya.

Salam

A.sabhrina
*Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Advertisements

4 Replies to “10 Tips Bermain bersama Anak yang Aman, Nyaman dan Irit Biaya Ala BunNis”

  1. Nisa mah rajin bangeeet hiks.. aku suka pengen DIY tapi ngga ada waktu & pemalasan.. ya udah lah maen sama barang yg ada aja hahahah #kasiananakgue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s